Panduan Daftar Merek di Vietnam untuk Pebisnis Indonesia

Vietnam kini semakin dipandang sebagai salah satu destinasi investasi paling strategis di Asia, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, basis manufaktur yang berkembang pesat, serta perannya dalam diversifikasi rantai pasok global. 

Bagi pebisnis Indonesia, kondisi ini membuka peluang besar untuk ekspansi, distribusi, kemitraan, dan penetrasi pasar. Namun, semakin menarik suatu pasar, semakin penting pula mengamankan aset merek sejak awal. Terlebih lagi, Vietnam menerapkan prinsip first-to-file, sehingga pendaftaran Merek sebaiknya dilakukan sebelum produk diluncurkan, distributor ditunjuk, atau brand diperkenalkan kepada calon mitra bisnis.

Lalu, siapa yang dapat mendaftarkan Merek di Vietnam, apa saja persyaratannya, bagaimana prosesnya, dan berapa lama masa perlindungannya?

Merek Apa Saja yang Dapat Didaftarkan di Vietnam?

Secara umum, suatu tanda dapat didaftarkan sebagai Merek di Vietnam apabila memenuhi persyaratan perlindungan berdasarkan hukum Vietnam dan mampu membedakan barang atau jasa suatu pihak dari barang atau jasa pihak lainnya.

Tanda yang dapat memperoleh perlindungan mencakup tanda yang dapat dilihat secara visual maupun tanda suara yang direpresentasikan dalam bentuk grafis. Selain itu, Merek tersebut harus memiliki daya pembeda dan tidak termasuk dalam kategori tanda yang dilarang berdasarkan peraturan yang berlaku.

Sebaliknya, beberapa tanda dapat ditolak, antara lain apabila identik atau memiliki persamaan yang membingungkan dengan:

  • bendera, lambang negara, atau lagu kebangsaan Vietnam maupun negara lain;
  • lambang atau nama lembaga negara, organisasi politik, atau organisasi sosial tanpa izin;
  • nama asli, nama samaran, nama pena, atau gambar pemimpin, pahlawan nasional, maupun tokoh terkenal; atau
  • tanda sertifikasi atau jaminan milik organisasi internasional.

Tanda yang dapat menyesatkan konsumen mengenai asal, fungsi, atau kualitas barang atau jasa juga tidak dapat memperoleh perlindungan. 

Selain itu, tanda yang hanya menggambarkan karakteristik barang, bentuk alami produk, atau kemasan biasa dapat mengalami masalah dari sisi daya pembeda. Penggunaan istilah promosi seperti “best”, “high quality”, atau “premium” secara berdiri sendiri juga pada umumnya memiliki daya pembeda rendah dan berpotensi ditolak. 

Apakah Perusahaan Indonesia Bisa Langsung Mendaftarkan Merek di Vietnam?

Bisa, tetapi terdapat ketentuan mengenai perwakilan. Pemohon asing yang tidak memiliki tempat tinggal tetap di Vietnam, serta organisasi atau individu asing yang tidak memiliki fasilitas produksi atau kegiatan usaha di Vietnam, wajib menjalankan proses pendaftaran melalui perwakilan yang sah di Vietnam.

Dengan demikian, perusahaan Indonesia yang tidak memiliki establishment di Vietnam, pada umumnya perlu menggunakan perwakilan lokal untuk mengajukan dan menangani proses pendaftaran.

Apabila permohonan diajukan melalui perwakilan, diperlukan “Power of Attorney” atau Surat Kuasa yang diberikan kepada Konsultan Merek terpercaya, yang setidaknya memuat informasi para pihak, ruang lingkup dan jangka waktu pemberian kuasa, tanggal penandatanganan, tanda tangan, dan stempel apabila ada. 

Dokumen Apa Saja yang Dibutuhkan?

Secara umum, dokumen dan informasi dasar untuk mengajukan Merek di Vietnam meliputi:

  1. Contoh atau representasi Merek;
  2. Surat Kuasa apabila permohonan diajukan melalui perwakilan; dan
  3. Daftar barang dan/atau jasa yang akan dilindungi. 

Daftar barang dan jasa wajib diklasifikasikan berdasarkan Nice Classification yang berlaku di Vietnam. Berdasarkan panduan yang berlaku per Oktober 2026, Vietnam menggunakan Nice Classification versi 13-2026. Apabila klasifikasi tidak dicantumkan atau tidak tepat, Intellectual Property Office of Vietnam (Kantor Merek Vietnam) dapat melakukan klasifikasi dan mengenakan biaya yang ditentukan kepada pemohon. 

Vietnam juga memperbolehkan pengajuan multi-class application, sehingga satu permohonan dapat mencakup lebih dari satu kelas. Namun, daftar barang/jasa yang terlalu panjang dalam satu kelas dapat menambah biaya resmi.

Pentingnya Menentukan Kelas Barang dan Jasa yang Tepat

Pemilihan kelas dan penyusunan spesifikasi barang/jasa sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan produk yang saat ini sedang dijual. Karena daftar barang dan/atau jasa idealnya mencerminkan kegiatan bisnis yang sedang dijalankan maupun yang secara wajar akan dikembangkan dalam waktu mendatang.

Sebagai contoh, Kelas 35 dapat dipertimbangkan apabila perusahaan memang memberikan layanan retail, wholesale, advertising, business services, atau import-export agency services. Namun, Kelas 35 tidak otomatis wajib hanya karena suatu perusahaan (juga) mengimpor atau mengekspor barang.

Strategi klasifikasi yang tepat membantu perusahaan memperoleh ruang lingkup perlindungan yang sesuai tanpa menambah biaya untuk kelas atau jasa yang sebenarnya tidak diperlukan.

Mengapa Sebaiknya Merek Didaftarkan Sebelum Masuk Pasar Vietnam?

Salah satu prinsip paling penting yang perlu dipahami pebisnis Indonesia adalah bahwa Vietnam juga menganut sistem “first-to-file.”

Oleh karena itu, pemilik Merek sebaiknya mempertimbangkan pendaftaran sebelum:

  • memasuki pasar Vietnam;
  • meluncurkan produk;
  • menunjuk distributor;
  • mengungkapkan Merek baru kepada calon mitra komersial; atau
  • memulai kerja sama dengan produsen lokal.

Penggunaan Merek sebelumnya memang masih dapat relevan dalam kondisi tertentu, misalnya terkait Merek terkenal, Merek yang telah digunakan secara luas, atau permohonan yang diajukan untuk menghadapi pendaftaran Merek dengan itikad tidak baik. Namun, penggunaan sebelumnya ini sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menunda pendaftaran. Hal ini menjadi sangat penting bagi perusahaan Indonesia yang akan bekerja dengan distributor, pabrik, atau mitra bisnis lainnya di Vietnam.

Lakukan Penelusuran Merek Sebelum Ajukan Permohonan Pendaftaran

Vietnam tidak mewajibkan pemohon melakukan proses penelusuran sebelum pengajuan. Namun, penelusuran tetap sangat direkomendasikan untuk mengidentifikasi potensi konflik dengan hak yang telah ada sebelumnya.

Penelusuran sebaiknya tidak terbatas pada Merek yang identik. Pemeriksaan juga perlu mencakup Merek yang berpotensi dianggap memiliki persamaan dari sisi:

  • tampilan;
  • pengucapan;
  • arti;
  • kesan komersil keseluruhan; serta
  • barang atau jasa yang dilindungi.

Hasil penelusuran tidak menjamin bahwa Merek pasti akan diterima, tetapi dapat membantu memperkirakan risiko sebelum biaya pendaftaran dan investasi yang lebih besar dikeluarkan. 

Bagaimana Proses Pendaftaran Merek di Vietnam?

Permohonan diajukan kepada Intellectual Property Office of Vietnam (Kantor Merek Vietnam), dapat diajukan dalam bentuk fisik maupun secara online. Karena Vietnam menerapkan sistem first-to-file, tanggal pengajuan memiliki arti penting dalam menentukan prioritas hak.

Secara umum, prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan Formal

    Kantor Merek melakukan pemeriksaan formal terhadap permohonan dalam waktu sekitar 1 bulan sejak tanggal pengajuan.

    Pemeriksaan mencakup antara lain:
    • informasi pemohon;
    • contoh Merek;
    • hak pemohon untuk mengajukan;
    • klasifikasi; dan
    • kelengkapan dokumen.

      Apabila terdapat kekurangan, IP Office dapat menerbitkan pemberitahuan dan memberikan waktu kepada pemohon untuk memperbaiki atau menyampaikan tanggapan. 

  2. Publikasi

    Setelah permohonan dinyatakan memenuhi persyaratan formal, permohonan akan dipublikasikan dalam Industrial Property Official Gazette dalam waktu sekitar 1 bulan sejak permohonan dinyatakan sah secara formal.

    Pada tahap ini, pemantauan menjadi penting, karena pihak ketiga dapat mengajukan oposisi terhadap permohonan Merek yang telah dipublikasikan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal publikasi.

  3. Pemeriksaan Substantif

    Kantor Merek selanjutnya akan menilai apakah Merek memiliki daya pembeda serta memenuhi persyaratan perlindungan untuk barang atau jasa yang dimohonkan.

    Jangka waktu pemeriksaan substantif berdasarkan ketentuan yang berlaku adalah sekitar 5 bulan sejak tanggal publikasi.

    Dalam kondisi tertentu, Pemohon juga dapat meminta pemeriksaan yang dipercepat atau  “expedited substantive examination” apabila memenuhi persyaratan yang berlaku. Untuk mekanisme percepatan tersebut, jangka waktu pemeriksaan substantif ditargetkan selesai dalam waktu  sekitar 3 bulan sejak tanggal publikasi.

  4. Keputusan Diterima atau Penolakan

    Apabila Merek memenuhi persyaratan perlindungan, Kantor Merek akan menerbitkan “notification of intended grant.”

    Sebaliknya, apabila terdapat alasan penolakan atau kekurangan dalam permohonan, Kantor Merek dapat menerbitkan pemberitahuan hasil pemeriksaan substantif dan memberikan kesempatan kepada pemohon untuk melakukan perbaikan atau menyampaikan argumen sebelum keputusan akhir diberikan.

  5. Pembayaran dan Penerbitan Sertifikat

    Setelah menerima notification of intended grant, Pemohon wajib membayar biaya penerbitan sertifikat, biaya registrasi, serta biaya publikasi keputusan pemberian dalam tenggat waktu 2 bulan.

    Apabila pembayaran dilakukan secara lengkap dan tepat waktu, Kantor Merek akan menerbitkan keputusan pemberian “Sertifikat Merek Terdaftar” dalam waktu sekitar 1 bulan sejak pembayaran penuh diterima. 

Apakah Bisa Mendaftar dengan Menggunakan Protokol Madrid?

Ya, Pemohon asing dapat memperoleh perlindungan di Vietnam melalui dua jalur utama:

  • Direct National Filing, yaitu mengajukan permohonan langsung di Vietnam; atau melalui 
  • Madrid System dengan menunjuk Vietnam sebagai negara tujuan, namun tentunya apabila persyaratannya terpenuhi.

Tidak ada satu jalur yang selalu lebih baik untuk semua pemohon. Dengan direct filing Pemohon dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam penyusunan spesifikasi dan penanganan proses secara lokal, sedangkan Protokol Madrid dapat memberikan efisiensi administratif bagi pemilik portofolio Merek internasional yang lebih luas. 

Pemilihan jalur sebaiknya mempertimbangkan jumlah negara tujuan, ukuran portofolio, biaya, dan strategi ekspansi bisnis perusahaan.

Bagaimana dengan Hak Prioritas?

Apabila sebelumnya telah mengajukan Merek yang sama di negara anggota Paris Convention, Pemohon dapat mengklaim prioritas ketika mengajukan Merek di Vietnam sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.

Untuk Merek, permohonan di Vietnam pada umumnya harus diajukan dalam waktu 6 bulan sejak tanggal pengajuan pertama untuk dapat memanfaatkan hak prioritas tersebut.

Bagi perusahaan Indonesia yang melakukan ekspansi ke beberapa negara secara bersamaan, strategi prioritas ini dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan portofolio internasional.

Apakah Perlu Mendaftarkan Versi Bahasa Vietnam?

Pendaftaran Merek dalam bahasa Inggris tidak otomatis memberikan hak eksklusif terhadap semua terjemahan, transliterasi, atau nama panggilan lokal dalam bahasa Vietnam.

Jika sebuah perusahaan berencana menggunakan nama versi Vietnam, bentuk beraksen lokal, singkatan, atau variasi lain secara komersial, pengajuan terpisah dapat dipertimbangkan setelah terlebih dahulu melakukan penelusuran. 

Hal ini bukan merupakan kewajiban dalam setiap kasus, tetapi dapat menjadi strategi perlindungan yang penting bagi perusahaan yang serius membangun brand dalam jangka panjang di Vietnam.

Waspadai “Trademark Squatting” dan “Bad-Faith Filing”

Risiko pihak lain lebih dahulu mengajukan Merek menjadi salah satu alasan mengapa pendaftaran sebaiknya dilakukan sebelum Merek diperkenalkan secara luas kepada distributor, pabrik, atau calon mitra bisnis.

Di Vietnam, bad-faith atau iktikad tidak baik dapat menjadi dasar yang memengaruhi keabsahan suatu pendaftaran Merek.

Karena itu, pemilik Merek sebaiknya menyimpan bukti bertanggal mengenai:

  • proses penciptaan Merek;
  • penggunaan;
  • iklan;
  • penjualan;
  • reputasi;
  • pendaftaran sebelumnya; dan
  • komunikasi dengan distributor, pabri, atau mitra bisnis.

Bukti tersebut dapat memainkan peran penting apabila suatu saat pemilik Merek harus berhadapan dengan permohonan yang diajukan tanpa hak atau mempertahankan haknya yang lebih dahulu ada. 

Berapa Lama Merek Terlindungi di Vietnam?

Merek yang sudah terdaftar memiliki masa perlindungan 10 tahun yang dihitung sejak tanggal pengajuan. Perlindungan tersebut dapat diperpanjang berulang kali untuk tiap periode 10 tahun.

Permohonan perpanjangan harus diajukan dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum tanggal berakhirnya perlindungan. Apabila terlewat, Vietnam masih memberikan jeda keterlambatan atau “grace period” selama 6 (enam) bulan setelah tanggal kedaluwarsa, tentunya dengan pembayaran biaya keterlambatan.

Apakah Merek Harus Digunakan?

Ya, penggunaan Merek diwajibkan setelah sertifikat diterbitkan.

Pendaftaran Merek dapat menghadapi tuntutan pembatalan apabila Merek tidak digunakan selama 5 tahun berturut-turut, kecuali terdapat alasan yang dapat dibenarkan. 

Oleh karena itu, pemilik Merek dianjurkan menyimpan bukti penggunaan di Vietnam, seperti:

  • invoice;
  • kontrak;
  • materi iklan;
  • kemasan;
  • catatan website; atau
  • dokumen komersial lain yang memiliki tanggal.

Pemilik juga perlu secara berkala mengevaluasi apakah spesifikasi barang dan jasa dalam pendaftaran masih sesuai dengan kegiatan bisnis aktualnya. 

Perlindungan Merek Tidak Berhenti Setelah Sertifikat Terbit

Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, ekspor-impor, maupun e-commerce, pendaftaran Merek di Vietnam dapat menjadi dasar penting untuk mengambil langkah terhadap hadirnya barang tiruan atau barang yang melanggar hak.

Perjanjian dengan pabrik dan distributor sebaiknya juga secara tegas mengatur siapa pemilik Merek serta batas penggunaan Merek oleh masing-masing pihak. Setelah hak diperoleh, tindakan melalui bea cukai maupun mekanisme penegakan hukum lainnya juga dapat dipertimbangkan apabila relevan secara komersial. 

Jika Anda membutuhkan panduan lebih lanjut terkait pendaftaran dan/atau perlindungan Merek di Vietnam, langsung hubungi kami melalui kanal-kanal berikut dan dapatkan konsultasi 15-menit GRATIS:

📩 E-Mail                   : [email protected]

📳 Book a Call          : +62 21 83793812

💬 WhatsApp           : +62 812 87000 889

Tentang AFFA:

Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis.

AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan “Best Boutique Law Firm in Indonesia” dan “IP Enforcement Firm” dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Asia Business Law Journal, serta tercatat sebagai “Recommended Firm 2024 — Indonesia” dalam publikasi WTR 1000: The World’s Leading Trademark Professionals.

Privacy Preference Center